4
Posted on Saturday, January 31, 2009 by Aulia R.N. and filed under

Tanggal 9 Januari kemaren Microsoft secara resmi merilis Windows 7 versi beta kepada publik. Para user diseluruh dunia bebas mendownload Windows 7 Beta gratis tanpa dipungut biaya. Tapi, Windows 7 ini masih dalam tahap uji coba alias belum sempurna. Maka dari itu Windows 7 ini dirilis kepublik agar bisa di coba user di seluruh dunia, dan nantinya para user diharapkan mengirimkan feedback atau umpan balik mengenai kekurangan disana sini yang mereka dapatkan. Hal ini selain menguntungkan para user juga menguntungkan pihak Microsoft karena dengan begitu mereka bisa menambal kekurangan dari sistem operasi terbaru mereka ini melalui umpan balik yang dikirimkan para user yang telah mencoba Windows 7. Saya yang memang menanti kesempatan untuk bisa mencoba versi beta ini tak mau ketinggalan dalam memperebutkan si Windows 7. Maklum saja, saat rilis pertama kemaren Microsoft hanya membatasi 2,5 juta user saja. Jika angka user yang men-download Windows 7 beta sudah mencapai 2,5 juta, Microsoft akan menutup link downloadnya. Dengan semangat 2009, saya coba download Windows 7 beta lewat Downloadsquad yang menyediakan direct link download dari Microsoft.

Saat itu, kecepatan download saya 40 kb/s menggunakan speedy office. Untuk men-download file ISO Windows 7 beta yang besarnya 2,5 GB, kecepatan segitu sangat² tidak memadai. Bayangkan, selama 17 jam lebih baru akhirnya Windows 7 beta berhasil saya dapatkan. Selama setengah hari penuh itu laptop saya membanting tulang tanpa istirahat demi mendapatkan si "Seven". Selesai download, file yang berbentuk ISO itu harus diburning dulu kedalam DVD. Saya menggunakan software ImgBurn dengan kecepatan 1X. Untuk burning file ISO sangat disarankan menggunakan kecepatan 1X. Hal ini untuk menghindari missing file yang sering terjadi ketika memburning file ISO dengan kecepatan maximum. Sekali lagi kecepatan minimum amat sangat disarankan disini.

Selesai proses burning, barulah tahap instalasi. Instalasi Windows 7 tak jauh berbeda dengan Vista, benar² mirip. Prosesnya juga mudah dengan interface yang cantik, jauh lebih mudah dari Windows XP yang masih menggunakan gaya lama. Pertama² instalasi berjalan mulus hingga pada sesi expanding file di 80%, segalanya kacau. Error message muncul dengan pesan file nya corrupt atau kurang lengkap. Saya ulang instal sekali lagi, tetap sama. Saya coba burning ulang dengan DVD yang baru, hasilnya sama, mentok di 80% proses instalasi. Gawat! Sepertinya file ISO yang saya download rusak, masalahnya selama proses download memang beberapa kali terhenti karena lampu mati dan jaringan ngadat, jadi saya pause dan kemudian lanjutkan downloadnya. Apa boleh buat, saya sepertinya harus merelakannya. Sia² perjuangan selama 17 jam itu. Yang paling parah, saya menggunakan satu²nya partisi system Windows Vista untuk instal Windows 7, dan Windows Vista saya dengan sukses hilang. Laptop saya hitam kelam alias blank, tanpa satupun OS didalamnya

Karena masih penasaran tingkat tinggi, saya searching di Google, siapa tau masih ada yang menyediakan Windows 7 beta ini. Pucuk di cinta ulam tiba... ketemu! Ada user yang berbaik hati meng-upload windows 7 beta. Kali ini hostingnya di Rapidshare dengan file yang di archive menjadi 24 bagian. 1 bagian size nya 100 MB. Tanpa buang waktu saya langsung menuju TKP untuk mendapatkan kembali Windows 7 beta yang gagal, dengan harapan file yang ini tidak bermasalah lagi. Karena punya akun premium Rapidshare yang saya order dari reseller resminya di Indonesia, proses download jadi lancar tanpa hambatan. Kali ini saya minta tolong dengan seorang sahabat yang dikantornya kebetulan punya koneksi internet super cepat. Dalam beberapa jam saja Windows 7 beta sudah ditangan. Saat proses instalasi, perasaan saya was² dan harap² cemas, takutnya file yang ini juga rusak seperti yang kemaren, tapi syukurlah proses instalasi selesai tuntas dengan mulus tanpa kendala

Setelah kerja keras dan pengorbanan beberapa hari, akhirnya Windows 7 beta sukses nongkrong dilaptop saya. Saya pun akhirnya saya bisa menulis postingan ini di desktop Windows 7, hehehe... Kesan pertama menggunakan Windows 7: benar² mirip Vista, namun jauh lebih sempurna, stabil, dan tentu saja lebih cantik. Windows 7 ini adalah jelmaan dari Windows Vista Service Pack 1 yang sudah jauh lebih baik dari pertama kali Vista diluncurkan. Kecepatan yang memang dijanjikan Microsoft sudah mulai terbukti disini. Waktu booting jauh lebih cepat dari Vista. Windows 7 juga terasa lebih stabil meskipun masih terdapat beberapa bugs atau error disana sini, namanya juga versi beta. Satu hal yang mengejutkan: driver untuk sound dan VGA card saya langsung terbaca dengan sukses, jadi tidak perlu instal drivernya lagi. Sippp!

Oya, kabarnya Microsoft memperpanjang download untuk Windows 7 beta sampai 10 Februari 2009. Bagi yang mau mencoba, langsung saja download disini. Sebenarnya masih banyak fitur² baru yang menarik dan penyempurnaan fitur lama di Windows 7 ini. Tapi saya akan bahas pada post berikutnya. So... that’s all for now. Saya mau menjelajah si "Seven" dulu. Bagi yang penasaran mau lihat Windows 7, nih saya kasih beberapa screenshot dari desktop Windows 7 saya. See you around, people

4
Responses to ... Perjuangan Mendapatkan Windows 7 Beta
hielmy said... February 3, 2009 at 10:49 PM

kalau saya tidak usah bersusah payah mas, tinggal beli tabloid PCplus seharga 10rb saja, dapat deh DVDnya :D nggak usah nunggu lama, dapat tabloid pula dan DVDnya lebih bagus karena hasil cetakan pabrik bukan burning sendiri :D

Aulia R.N. said... February 3, 2009 at 11:37 PM

@hielmy:
iya mas. skrg udah keluar bonus dr pcplus, wktu saya nginstal kmren blum keluar, jd ga sabaran, download deh.. hehe

Windunoto said... February 4, 2009 at 8:53 AM

Wah, kayaknya g mungkin deh download pakai Staroneku ya.
Btw, kenapa g pakai VMware atau virtual box buat nginstall si 7?. supaya g ngorbanin OS utama.
Ok. Salam kenal juga ya.

Aulia R.N. said... February 6, 2009 at 5:33 AM

awalnya sih mo pake virtual box, tapi nanggung lah, dr kmren jg emg niat mo reinstal si vista, hehe...

Post a Comment